Jangan Pura-pura Lupa!

Jangan Pura-Pura Lupa, Pengertian Kematian, Renungan Kematian, Kematian, Dalil Tentang Kematian

Advertisements

( Oleh : Anggun Wahyuni MZ)

Bumi adalah satu-satunya planet  yang saat ini kita tempati. Kita tidak tahu diluar sana mungkin saja ada planet yang lebih indah dan layak selain bumi untuk ditempati. Tapi kita, manusia,  terlalu ‘lemah’ untuk mencarinya. Dan untuk apa juga kita harus repot-repot mencari tahu, padahal jika seandainya nanti kita sudah dapat menemukannya, belum tentu kita akan dapat pergi sana dan pindah rumah kesana. Karena dengan usia kita yang hanya sejengkal ini tak akan cukup untuk melakukan perjalanan kesana, walaupun kita menempuhnya dari dalam kandungan hingga ke liang lahat.

Jika kita ingin pergi ke tempat selain bumi, sebenarnya mudah saja. Dan kita semua juga pasti akan pergi kesana. Pasti! Kapan? Nanti jika ajal sudah datang kepada kita. Kita akan pergi dari bumi tanpa harus menabung uang yang banyak. Tak perlu buat paspor. Ataupun harus repot wawancara untuk dapat visa. Perjalanannya gratis-tis-tis! Diantar bak raja. Pakaiannya pun dipakaikan orang lain seperti keluarga kerajaan jaman jeseon. Anda tertarik untuk berangkat duluan?

Kata-kata diatas mungkin terlalu menusuk bagi kita yang sangat tak siap untuk mati. Tapi mau dikata apalagi, itu pasti akan datang. Kita semua akan mati. Akan pulang meninggalkan bumi. Meninggalkan semua harta, orang-orang yang kita cintai dan ketenaran yang kita miliki. Tapi terkadang kita ‘lupa’ akan hal ini. Oh, bukan lupa, tepatnya ‘pura-pura lupa’. Seakan tidak mau tahu dengan kematian yang siap memburu kita setiap saat. Kita ‘pura-pura lupa’ dengan tujuan kita diciptakan, yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah Berfirman dalam al quran surah az-zariyat ayat 56 :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالاِنْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ.

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”

Kita semakin hari semakin sibuk dengan misi hidup kita masing-masing. Melupakan misi utama kita sebagai manusia. Padahal kita sendiri yang hanya akan rugi jika tidak menjalankannya. Allah tidak rugi sama sekali jika kita tidak menyembah-Nya. Tidak sama sekali!

Pembaca yang budiman, ada sebuah kalimat yang luar biasa membuat merinding, dari seorang sahabat  Nabi SAW, yaitu Ibnu Mas’ud r.a, beliau mengungkapkan “ setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan hartanya adalah pinjaman. Tamu itu pasti akan pergi cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan”.

Jadi marilah kita siapkan hidup kita ini untuk sebuah perjalan ‘penting’ yang pasti akan kita lalui nanti. Karena sesungguhnya  perjalanan yang satu itu jika sudah waktunya, maka dia tidak akan mundur walau sesaat, ataupun bisa dimajukan beberapa saat. Allah Berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ اَجَلٌ فَإِذَاجَآءَ اَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلاَ يَسْتَقْدِمُوْنَ.

“Dan setiap umat mempunyai ajal(batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun”.

Semoga bermanfaat[ENG]☺☺☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s